http://muhammaderwanrizal.blogspot.com/

TEKS

TERIMAKASIH TELAH MENGUJUNGI BLOG SAYA

Jumat, 28 September 2012

Mesin CNC

  


MESIN CNC
Numerical Control / NC (berarti "kontrol numerik") merupakan sistem otomatisasi. Mesin perkakas yang dioperasikan oleh perintah yang diprogram secara abstark dan disimpan dimedia penyimpanan, hal ini berlawanan dengan kebiasaan sebelumnya dimana mesin perkakas biasanya dikontrol dengan putaran tangan atau otomatisasi sederhana menggunakan cam. Kata NC sendiri adalah singkatan dalam Bahasa inggris dari kata Numerical Control yang artinya Kontrol Numerik. Mesin NC pertama diciptakan pertama kali pada tahun 40-an dan 50-an, dengan memodifikasi Mesin perkakas biasa. Dalam hal ini Mesin perkakas biasa ditambahkan dengan motor yang akan menggerakan pengontrol mengikuti titik-titik yang dimasukan kedalam sistem oleh perekam kertas. Mesin perpaduan antara servo motor dan mekanis ini segera digantikan dengan sistem analog dan kemudian komputer digital, menciptakan Mesin perkakas modern yang disebut Mesin CNC (computer numerical control) yang dikemudian hari telah merevolusi proses desain. Saat ini mesin CNC mempunyai hubungan yang sangat erat dengan program CAD. Mesin-mesin CNC dibangun untuk menjawab tantangan di dunia manufaktur modern. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk dapat dijamin hingga 1/100 mm lebih, pengerjaan produk masal dengan hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat.
Jenis Mesin CNC
Di industri menengah dan besar, akan banyak dijumpai penggunaan mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :
Mesin bubut CNC dan Mesin frais CNC
Cara Mengoparasikan Mesin CNC
Secara umum, cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan perintah numeric melalaui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrument di tiap-tiap mesin. Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut. Namun demikian secara garis besar dari karakteristik cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu :
Sistem Absolut
Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Untuk mesin bubut, titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian ujung. Sedangkan pada mesin frais, titik referensinya diletakkan pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan.
Sistem Incremental
Pada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Untuk mesin bubut maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Setiap kali suatu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir, maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.
Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan akan berbagai produk industri yang beragam dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, maka telah dikembangkan berbagai variasi dari mesin CNC. Hal ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Berikut ini diperlihatkan berbagai variasi mesin CNC.
PC untuk Mesin CNC
PC (Personal Computer) sebagai perangkat input bagi mesin CNC sangat penting peranannya untuk memperoleh kinerja mesin CNC. Oleh karena itu setiap pabrik yang memproduksi mesin CNC juga memproduksi atau merekomendasi spesifikasi PC yang digunakan sebagai input bagi mesin CNC produksinya.
Pada mesin CNC untuk keperluan unit latih (Training Unit) atau dengan operasi sederhana, baik tampilan pada monitor maupun eksekusi program, maka PC yang dipergunakan sebagaimana pada mesin CNC jenis LOLA 200 MINI CNC, LEMU IITM, EMCO TU, maupun yang sejenis.
Perkembangan jenis pekerjaan yang menggunakan peranan mesin CNC sejalan dengan kebutuhan teknologi manufaktur semakin meningkat. Oleh karena itu dikembangkan pula perangkat PC yang dapat melayani mesin CNC dengan kinerja yang mampu mengatasi beberapa faktor kesulitan yang dijumpai pada proses manufaktur. Gambar 8 memperlihatkan tampilan monitor mesin CNC jenis E·IPC700-ECKELMANN, DNC NT-2000, WinPromateII – Baronics, Mirac PC, CamSoft, ProMotion® iCNC, maupun yang sejenis


CNC te

Milling CNC (Excel PMC-10T24)

Dalam dunia fabrikasi mekanik, banyak jenis mesin yang dilibatkan di dalamnya, antara lain : mesin Milling, mesin Turning (bubut), Mesin Gerinda, mesin Drill (bor), dan lain-lain. Kegunaannya yaitu :
1. Mesin Milling          : Untuk membuat benda kerja dengan bentuk dasar balok
2. Mesin Turning         : Untuk membuat benda kerja dengan bentuk dasar silindris

3. Mesin Drill              : Untuk membuat lubang
4. Mesin Gerinda        : Untuk menghaluskan permukaan benda kerja dan mencapai kepresisian
Mesin-mesin tersebut berdasarkan sistem operasinya dibagi menjadi 2 yaitu mesin. kenvensional dan mesin CNC. Mesin konvensional adalah mesin dimana pergerakan meja dan cutter dilakukan secara manual, menggunakan tangan melalui sebuah eretan. Mesin CNC adalah mesin (baik itu Milling ataupun Turning atau yang lainnya) dimana pergerakan meja dan cutter dikendalikan oleh suatu program (dengan menggunakan bahasa G-code). Dengan mesin CNC, akurasi dan kecepatan operasional mesin dapat diandalkan.
Dalam artikel ini akan kita bahas teori pengoperasian mesin Milling CNC dengan sistem control FANUC.
Definisi
CNC adalah kependekan dari Computer Numerical Control.
Mesin Milling CNC adalah mesin milling dimana pergerakan meja mesin (sumbu X dan Y) serta spindle (rumah cutter) dikendalikan oleh suatu program. Program tersebut berisi langkah-langkah perintah yang harus dijalankan oleh mesin CNC. Program tersebut bisa dibuat langsung pada mesin CNC (huruf per huruf, angka per angka), yang hasil programnya disebut dengan program NC, atau dibuat menggunakan PC plus software khusus untuk membuat program NC. Program seperti ini disebut dengan CAM. Kelemahan pembuatan program NC dengan cara manual pada mesin CNC adalah waktu yang dibutuhkan sangat lama, akurasi tidak terjamin, mesin tidak bisa digunakan pada saat pembuatan program NC berlangsung, dan banyak lagi.
Sebelum kita memasuki pembahasan tentang mesin CNC, bab pertama yang harus Anda kuasai adalah bab Keselamatan Kerja.rdiri dari tiga bagian utama :

    prinsip kerja

    Prinsip kerja NC/CNC secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut :
    1. Programer membuat program CNC sesuai produk yang akan dibuat dengan cara pengetikan langsung pada mesin CNC maupun dibuat pada komputer dengan software pemrogaman CNC.
    2. Program CNC tersebut, lebih dikenal sebagai G-Code, seterusnya dikirim dan dieksekusi oleh prosesor pada mesin CNC menghasilkan pengaturan motor servo pada mesin untuk menggerakan perkakas yang bergerak melakukan proses permesinan hingga menghasilkan produk sesuai program.
    Mesin CNC dibedakan menjadi 2 yaitu tipe TU 2A dan TU 3A.Mesin ini juga ada yang Frais dan Turning. Berikut bagian-bagian mesin CNC turning
    Bagian-Bagian Mesin CNC (Computer Numerically Controlled)
    a.Unit Kontrol berupa panel pengontrolan yang berisi tombol-tombol perintah untuk menjelaskan k
       ontrol geraka mesin dan berbagai fungsi lainnya yang menggunakan instruksi oleh sistem kontrol elektronika.
    b.Kepala Tetap berupa roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel
    c.Poros utama (spindel) berupa tempat kedudukan pencekam untuk berdirinya benda kerja.
        Eretan utama (appron) akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang
    d.(cross slide) dan eretan atas (upper cross slide) dan dudukan pahat.
    e.Eretan Melintang yang menggerakan pahat arah melintang.                                                             
    f. Eretan Memanjang yang menggerakan pahat arah vertikal.
    g.Kepala Lepas, sejajar kepala tetap untuk membantu pergerakan spindel dalam memegang benda kerja.

     1
    2.Berikut adalah penjelasan tombol tombol berserta fungsinya :

    1.      1. Tombol Karakter
    -          Tombol Angka : berupa tombol berisi angka 0-9
    -          Tombol Huruf : berupa tombol berisi huruf romawi A-Z
    -          Tombol Simbol : berupa tombol berisi symbol plus(+),minus(-),*, / , dll
    -          Tombol Logik : berupa tombol berisi symbol logika <, > , = , dll

    1.   2.  Tombol Pemilihan Mode Kerja :
    : Untuk memilih Mode Edit yang berfungsi dalam mengedit dan pembuatan    program.



    :  Untuk memilih Mode Jog yang berfungsi menggerakan mesin secara manual
    : Untuk memilih Mode Auto yang berfungsi untuk menjalankan program secara 
                              otomatis.
    : Untuk memilih Mode Parameter yang berfungsi untuk melihat dan setting 
                              parameter mesin.
    : Untuk memilih Mode Parameter yang berfungsi untuk melihat dan setting
                               parameter mesin.
    : Untuk memilih Mode Offset yang berfungsi untuk melihat dan setting offset 
                               koordinat benda kerja.


    : Untuk memilih Mode Diagnosis yang berfungsi untuk melihat data mesin.
    1.  
                3. Tombol Fungsi

    : Penambahan Rapid Override: Untuk menambah kecepatan gerakan Rapid pada
                              saat mode Jog atau mode Auto.
    : Pengurangan Rapid Override: Untuk mengurangi kecepatan gerakan Rapid 
                               pada saat mode Jog atau mode Auto
    : Penambahan Feedrate Override: Untuk menambah kecepatan gerakan  
                               pemakanan pada saat mode Jog atau mode Auto.
    : Pengurangan Feedrate Override: Untuk mengurangi kecepatan gerakan 
                              pemakanan pada saat mode Jog atau mode Auto.
    : Program Zero Sumbu X: Untuk mengembalikan mesin ketitik nol sumbu X  program
    : Program Zero Sumbu Z: Untuk mengembalikan mesin ketitik nol sumbu Z program
    : Machine Zero Sumbu X : Untuk mengembalikan ketitik nol sumbu X mesin.
    : Machine Zero Sumbu Z: Untuk mengembalikan ketitik nol sumbu Z mesin.
    : Dry Run: Tombol untuk mengubah gerakan Rapid menjadi Feedrate 
                             pada saat mode Auto.
    : Single Block: Tombol untuk manjalankan program secara bertahap tiap blok 

    4. Tombol Start dan Tombol Pause

    : Cycle Start: Tombol untuk menjalankan mesin secara otomatis pada saat  
                                  mode Auto
    : Cycle Pause: Tombol untuk menghentikan program pada saat berjalan otomatis   
                                 saat Mode Auto

     KODE STANDAR MESIN CNC
    Fungsi G
    G00 Gerakan cepat
    G01Interpolasi linear
    G02/G03 Interpolari melingkar
    G04 Waktu tinggal diam.
    G21 Blok kosong
    G24 Penetapan radius pada pemrograman harga absolut
    G25/M17 Teknik sub program
    G27 Perintah melompat
    G33 Pemotongan ulir dengan kisar tetap sama
    G64 Motor asutan tak berarus
    G65 Pelayanan kaset
    G66 Pelayanan antar aparat RS 232
    G73 Siklus pemboran dengan pemutusan tatal
    G78 Siklus penguliran
    G81 Siklus pemboran
    G82 Siklus pemboran dengan tinggal diam.
    G83 Siklus pemboran dengan penarikan
    G84 Siklus pembubutan memanjang
    G85 Siklus pereameran
    G86 Siklus pengaluran
    G88 Siklus pembubutan melintang
    G89 Siklus pereameran dengan tinggal diam.
    G90 Pemrograman harga absolut
    G91 Pemrcgraman harga inkremental
    G92 Pencatat penetapan
    G94 Penetapan kecepatan asutan
    G95 Penetapan ukuran asutan
    G110 Alur permukaan
    G111 Alur luar
    G112 Alur dalam
    G113 Ulir luar
    G114 Ulir dalam
    G115 Permukaan kasar
    G116 Putaran kasar
    Fungsi M
    M00 Berhenti terprogram
    M03 Sumbu utama searah jarum jam
    M05 Sumbu utama berhenti
    M06 Penghitungan panjang pahat, penggantian pahat
    M08 Titik tolak pengatur
    M09 Titik tolak pengatur
    Ml7 Perintah melompat kembali
    M22 Titik tolak pengatur
    M23 Titik tolak pengatur
    M26 Titik tolak pengatur
    M30 Program berakhir
    M99 Parameter lingkaran
    M98 Kompensasi kelonggaran / kocak Otomatis
    Mesin Frais
    Fungsi G
    G00 Gerakan cepat
    G01 Interpolasi lurus
    G02 Interpolasi melinqkar searah iarum Jam
    G03 Interpolasi melinqkar berlawanan arah jarum jam
    G04 Lamanya tingqal diam.
    G21 Blok kosonq
    G25 Memanqqil sub program
    G27 Instruksi melompat
    G40 Kompensasi radius pisau hapus
    G45 Penambahan radius pirau
    G46 Pengurangan radius pisau
    G47 Penambahan radius pisau 2 kali
    G48 Penguranqan radius pisau 2 kali
    G64 Motor asutan tanpa arus (Fungsi penyetelan)
    G65 Pelavanan pita magnet (Fungsi penyetetan)
    G66 Pelaksanaan antar aparat dengan RS 232
    G72 Siklus pengefraisan kantong
    G73 Siklus pemutusan fatal
    G74 Siklus penguliran (jalan kiri)
    G81 Siklus pemboran tetap
    G82 Siklus pemboran tetap dengan tinj diam
    G83 Siklus pemboran tetap dengan pembuangantatal
    G84 Siklus penquliran
    G85 Siklus mereamer tetap
    G89 Siklus mereamer tetap denqan tinqqal diam.
    G90 Pemroqraman nilai absolut
    G91 Pemroqraman nilai inkremental
    G92 Penqqeseran titik referensi
    Fungsi M
    M00 Diam
    M03 Spindel frais hidup.searahjarumjam
    M05 Spindel frais mat!
    M06 Penggeseran alat, radius pisau frais masuk
    M17 Kembali ke program pokok
    M08 Hubungan keluar
    M09 Hubungan keluar
    M20 Hubungan keluar
    M21 Hubungan keluar
    M22 Hubungan keluar
    M23 Hubungan keluar
    M26 Hubungan keluar- impuls
    M30 Program berakhir
    M98 Kompensasi kocak / kelonggaran otomatis
    M99 Parameter dari interpolasi melingkar (dalam hubungan dengan G02/303)
    Tanda Alarm
    A00 Salah kode G/M
    A01 Salah radius/M99
    A02 Salah nilaiZ
    A03 Salah nilai F
    A04 Salah nilai Z
    A05 Tidak ada kode M30
    A06 Tidak ada kode M03
    A07 Tidak ada arti
    A08 Pita habis pada penyimpanan ke kaset
    A09 Program tidak ditemukan
    A10 Pita kaset dalam pengamanan
    A11 Salah pemuatan
    A12 Salah pengecekan
    A13 Penyetelan inchi/mm dengan memori program penuh
    A14 Salah posisi kepala frais / penambahan jalan dengan LOAD ┴ / M atau ┤ / M
    A15 Salah nilai Y.
    A16 Tidak ada nilai radius pisau frais
    A17 Salah sub program
    A18 Jalannya kompensasi radius pisau frais lebih kecil dari nol
    Mesin CNC Generasi Baru

    Operator mesin CNC yang akan memasukkan program pada mesin sebelumnya harus sudah memahami gambar kerja dari komponen yang akan dibuat pada mesin tersebut. Gambar kerja biasanya dibuat dengan cara manual atau dengan computer menggunakan program CAD (Computer Aided Design). Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang computer, maka telah dikembangkan suatu software yang berisi aplikasi gambar teknik dengan CAD yang sudah dapat diminta untuk menampilkan program untuk dikerjakan dengan mesin CNC. Aplikasi program tersebut dikenal dengan sebutan CAM (Computer Aided
    Manufacturing). Software CAM pada umumnya dibuat oleh pabrik yang membuat mesin CNC dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja mesin CNC yang diproduksinya.
    Dengan menggunakan software CAM, seorang operator cukup membuat gambar kerja dari benda yang akan dibuat dengan mesin CNC pada PC. Hasil gambar kerja dapat dieksekusi secara simulasi untuk melihat pelaksanaan pengerjaan benda kerja di mesin CNC melalui layer monitor. Apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan, maka dapat diperbaiki tanpa harus kehilangan bahan. Jika hasil eksekusi simulasi sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka program dilanjutkan dengan eksekusi program mesin. Program mesin yang sudah jadi dapat langsung dikirim ke mesin CNC melalui jaringan atau kabel atau ditransfer melalui media rekam.
    Masa Depan Mesin CNC
    Dengan perkembangan teknologi informasi, maka di masa datang dimungkinkan input mesin CNC dapat berasal dari gambar kerja manual yang dibaca melalui scan, kemudian diinterpretasikan oleh PC yang terkoneksi dengan mesin CNC. Hasil dari pembacaan scan akan diolah oleh software pada PC menjadi program simulasi berupa CAD/CAM. Selanjutnya hasil simulasi akan dieksekusi menjadi program mesin CNC yang siap dieksekusi untuk membuat benda kerja.
    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/Makino-S33-MachiningCenter-example.jpg/220px-Makino-S33-MachiningCenter-example.jpg

    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/16/Makino-S33-MachiningCenter-example.jpg
    Penjelasan lebih lanjut dapat dillihat di video di bawaah ini:

     

    http://m.youtube.com/watch?http://m.youtube.com/watch?gl=ID&hl=en&client=mv-google&rl=yes&feature=related&v=A_qHR_H_2cg
    contoh pekerjaan turning dan milling
















    STANDAR KESELAMATAN KERJA
    Sebelum mempelajari tentang proses permesinan dengan mesin CNC, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindarkan hal-hal yang akan mengakibatkan kecelakaan kerja maupun kerusakan mesin.
    • Gunakan pakaian kerja yang pas dibadan, jangan terlalu longgar, buang atau rapikan bagian-bagian pakaian yang menjuntai
    • Gunakan selalu sepatu keselamatan (safety shoe)
    • Gunakan kacamata pelindung ketika berhadapan dengan mesin yag sedang beroperasi
    • Jangan terlalu dekat dengan meja mesin di saat Pergantian Tool Otomatis (Auto Tool Change) berlangsung.
    • Jangan mengganti tool di magazine tool pada saat mesin beroperasi
    • Jangan membersihkan chip, terutama yang berada di meja mesin pada saat mesin beroperasi
    • Jangan membuka pintu panel (bagian belakang mesin) pada saat mesin sedang beroperasi
    • Jangan menggunakan sumber arus yang cepat berubah seperti arus yang dipakai oleh mesin las di area yang berdekatan dengan mesin CNC.
    • Apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan pada saat mesin sedang beroperasi, hentikan mesin segera dengan menekan tombol Emergency Stop.
    • Hentikan putaran mesin dan pergerakan meja maupun spindle sebelum memasuki mesin untuk penggantian part mesin, pembersihan, ataupun penyesuaian.
    • Matikan mesin sebelum melakukan perbaikan mesin
    • Hindarkan sirkuit atau kabel yang terbuka tanpa pengaman.
    • Bersihkan dinding taper (miring) pada bagian dalam spindle arbor. Hal ini harus benar benar diperhatikan agar keakurasian pemotongan cutter dapat terjamin
    • Perhatikan pencekaman benda kerja. Jika benda kerja di cekam pada fixture ataupun pada meja mesin, pastikan pencekamannya kuat.
    • Pengoperasian tombol panel. Jangan menekan tombol ataupun switch dengan memakai sarung tangan
    • Jangan menyentuh chips dengan tangan telanjang, gunakan sarung tangan
    • Jaga kebersihan lantai di sekitar mesin.
    • Pastikan koridor/gang/jalan disekitar mesin bersih dari barang-barang yang menghalangi.
    • Ingatkan rekan kerja soal keselamatan kerja dan kebersihan area kerja
    • Pastikan hanya operator yang ditunjuk yang boleh mengoperasikan mesin.
    • Jangan mengoperasikan mesin, kecuali yakin tidak akan membahayakan diri dan rekan kerja,
    • Jangan meletakkan tool dan alat perlengkapan di dalam mesin yang sedang beroperasi.
    • Kembalikan tool dan alat ke tempat semula setelah dipakai.
    • Jangan menyentuh bagian mesin yang berputar.
    • Jangan memposisikan anggota badan pada celah mesin pada saat mesin sedang beroperasi.
    • Jangan membersihkan atau melumasi bagian mesin pada saat mesin sedang
    • beroperasi.
    • Jangan membersihkan bagian mesin yang berputar menggunakan kain lap.
    • Jangan melepas label peringatan yang telah ditempelkan di mesin.
    • Jangan memakai perhiasan saat mengoperasikan mesin, seperti cincin, gelang, kalung maupun sejenisnya.
    • Mengerti, hafal dan paham akan aturan keselamatan kerja
    • Biasakan berdoa sebelum bekerja

     Perawatan pada mesin

    Seperti pada umumnya mesin,maka mesin bubut memerlukan perawatan yang baik,agar ia dapat selalu siap untuk dioperasikan.Perawatan mesin produksi dilakukan secara umum dan khusus.Petunjuk perawatan umum pada mesin bubut biasanya telah diberikan oleh pabrik pembuat mesin,sedangkan perawatan khusuk harus dicari berdasarkan pengalaman dan berdasarkan teori-teori mengenai perbaikan terhadap peralatan atau mesin.
    Perawatan Umum
    Untuk menjaga agar mesin bubut tidak cepat rusak diperlukan perawatan dan pengoperasian yang benar dan seksama. prosedur perawatan mesin bubut ini adalah:
    • mesin bubut tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
    • Dalam pelaksanaan perawatan mesin bubut seperti pengantian oli pelumasan mesin dan pemberian grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat mesin
    • Setelah selesai mengoperasikan mesin bubut,bersihkan bagian-bagian mesin dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin.
    • Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer
    • Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin bubut ,jangan sampai beram-beram yang halus dank eras terutama beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.
    • Setelah selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin bubut
    Perawatan khusus
    Perawatan khusus mesin bubut dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin.
    Motor utama (motor pembangkit)
    Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembangkit yaitu:
    1. Motor tidak mampubekerja
      Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak mau bekerja:
      • Tegangan dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit rendah,sehingga tidak sanggup membangkitkan motor pembangkit
      • Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka diperlukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan motor pembangkit.
      • Sekring pada circuit breaker putus/terbakar,apabila terjadi hal yang demikian,maka gantilah sekring tersebut dengan yang baru dan spesifikasi yang sama.
      •  Tidak sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.
      • Coil pada saklar terbakar
      •  Tidak terjadi hubungan pada kontak limit switch
      • Rem motor tidak berfungsi secara baik
    2. Motor cepat panas
      Ada dua penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi cepat panas yaitu :
      • Perbedaan tegangan
      • Periksa tegangan listrik yang masuk
      • Beban motor yang berlebihan
    Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan dapat menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan pada motor pengerak,untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai dengan yang telah ditentukan
    Kepala tetap
    Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada keberhasilan pekerjaan mengunakan mesin bubut. Kerusakan yang umum terjadii pada kepala tetap mesin bubut di antaranya adalah:
    •     Putaran poros utama tersendat-sendat
    •     Putaran poros utama terlalu berat
    •     Suhu atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi
    •     Terjadinya suara yang bising pada kepala lepas
    •     Tidak senter
    Eretan
    Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai berikut:
    • Eretan sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan pemeriksaan baut-baut penyetel kerapatan eretan,apabila terlalu kuat longarkan baut-baut tersebut.
    • Hasil pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karene adanya ganguan pada pinion gear.usaha mengetasinya ialah dengan memperbaki gigi pinion atau menganti gigi pinion yang baru
    • Pemakanan pada benda kerjs tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan otomatis.hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros trasportir.
    • Terlalu berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotongan menyilang.
    • Tidak rata permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini kemungkinan di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan.
    • Teralalu keras gerakan toolpost.hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak.
    • Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
    • Pompa pada apron sangat sulit dioprasikan.hal ini disebabkan minyak pelumas yang sudsh kotor.lakukan pembersian atau pengantian minyak pelumas serta membersihkan pipa-pipa salurannya.
    Kepala lepas
    Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selsms pelaksanan pembubutan. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya pengikat baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin.